Rabu, 16 Juli 2014
Sabtu, 14 Juni 2014
perilaku organisasi ISU ISU TENTANG KEPEMIMPINAN KONEMPORER
ISU
ISU KONTEMPORER DALAM KEPEMIMPINAN
PERILAKU
ORGANISASI
DISUSUN OLEH ; BAYU LISTIAWAN
FAJAR
ARIF F
FRIDIANTO
SUKRON
MAHMUD
UNIVERSITAS
MUHAMMDADIYAH SURAKARTA
FAKULTAS
EKONOMI DAN BISNIS JURUSAN AKUNTANSI
TAHUN
2014/2015
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah
SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan
dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah mata kuliah
“PERILAKU ORGANISASI” Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada
Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup yakni
al-qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia.
Makalah ini merupakan
salah satu tugas mata kuliah PERILAKU ORGANISASI di program studi Akuntansi.
Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dosen
PERILAKU ORGANISASI
Akhirnya penulis
menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah
ini, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari
para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Surakarta
, 15 MEI 2014
Penulis
a. Latar belakang
Isu isu kontemporer mengenai kepeimpinan belakangan
ini makin santer terdengar, banyak para peneliti yang meneliti tentang berbagai
macam kepemimpinan, cara membentuk seseorang menjadi pemimpin, dan faktor
faktor yang mebentuk seseorang menjadi pemimpin. Pada era globalisasi semacam
ini pemimpin yang efetif dan efisien, bersahabat sangat dibutuhkan di dunia
kerja yang semakin cepat berkembang ini, para pemimpin mempunyai tugas untuk
megantarkan suatu organisasi mencapai tujuannya dengan tepat. Para pemimpin
harus bisa meminimalisirkan biaya produksi dan mecapai laba yang sebanyak
mungkin untuk kesejahteraan karyawannya, pemimpin juga dituntut agar peka pada
setiap perubahan yang terjadi baik dari dalam maupun dari luar.
b. Rumusan masalah
Dari pengkajian dan pendalaman materi mengenai isu
isu kontemporer dalam kepemimpinan, ada banyak masalah yang perlu
dipertanyakan, diantaranya adalah ;
1. Bagaimana pemimpin yang baik itu memimpin
?
2. Apakah mejadi seorang pemimpin bisa di
pelajari ?
3. Bagaimana cara pemimpin mempengaruhi
bawahannya ?
4. Kenapa akhir- akhir ini, kepercayaan
terhadap pemimmpin menurun ?
c. Tujuan
Dari penulisan makalah ini penulis berusaha
menjelaskan secara singkat tentang materi isu-isu kontemporer kepemimpinan
dengan tujuan
1. Para pembaca bisa memperoleh ilmu
kepemimpinan dari makalah ini.
2. Pembaca juga diharapkan bisa
menginterprestasikan ilmu-ilmu yang didapat dari makalah ini dan,
3. Makalah ini bisa menjadi salah satu
referensi dalam pembuatan karya ilmiah lainnya.
A.
Pembingkaian :
menggunakan kata-kata untuk mebingkai makna dan memberi informasi kepada orang
lain.
Pembingkaian adalah suatau cara
menggunakan bahasa untuk mengelola makna. Ini merupakan cara pemimpin untuk
mempengaruhi bagimana suatu kejadian harus dilihat atau dipahami. Pembingkaian
melibatkan pemilih dan penekanan satu atau lebih aspek dari suatu subjek dengan
mengabaikan yan lain.
Jika
diterjemahkan kedalam bahasa seorang
fotografer pembinkaian adalah mengarahkan sudut pandang seseorang sehingga
orang tersebut melhat suatu objek menurut sudut pandang si fotografer tersebut.
Melalui pembingkaian para pemimpin dapat menggunakan
bahasa untuk mempengaruhi persepsi pengikutnya tentang suatu masalah, makna
dari suatu kejadian,kayakinan tentang penyebab dan konsekuensi dan visi akan
masa depan. Lewat pembingkaianlah para pemimpin menentukan apakah orang-orang
memperhatikan suatu masalah, bagaimana mereka memahami dan mengingat
masalah-masalah yang ada, dan bagaimana mereka bereaksi terhadap suatu masalah.
Jadi, pembingkaian merupakan suatu alat yang sangat berguna bagi pemimpin untuk
mempengaruhi cara pandang dan interprestasi orang lain melalui suatu realitas.
B. MACAM-MACAM
BENTUK KEPEMIMPINAN , DAN ARTI SEBUAH KEPERCAYAAN
Kepemimpinan karismatik
Max weber seorang sosialog ilmuan pertama yang membahas
kepemimpinan karismatik. Karisma berasal dari bahasa yunani yang berarti
“anugerah”. Sebagai suatu sifat tertentu dari seseorang, yang membedakan mereka
dari orang kebanyakan dan biasanya di pandang sebagai kemampuan atau kualitas
supranatural, manusia super, atau paling tidak daya-daya istimewa.
Kemampuan-kemampuan ini tidak dimiliki orang biasa, tetapi dianggap sebagai
kekuatan yang bersumber dari illahi dan berdasarkan hal ini seseorang kemudian
danggap sebagai seorang pemimpin. Ada beberapa karakteristik kunci dari
pemimpin yang karismatik
1. Visi
dan artikulasi : memiliki visi yang ideal bahwa masa depan lebih baik dari hari
ini dan mengklarifikasikan pentinggnya visi yanng bisa dipahami orang lain.
2. Risiko
pribadi : bersedia mengambil resiko pribadi yang tinggi, mengeluarkan biaya
yang besar, dan berkorban untuk mencapai visi tersebut.
3. Sensitif
dengan kebutuhan bawahan : menerima kemampuan orang lain dan bertanggungjawab
atas kebutuhan dan perasaan mereka.
4. Perilaku
yang tidak konvensional : memiliki perilaku yang dianggap baru dan berlawanan
dengan kebiasaan.
Kepemimpian
karismatik merupakan bakat namun juga bisa diciptakan melalui
beberapa latihan yang mencakup tiga tahap diantaranya adalah:
Pertama, seseorang
perlu mengenbangkan aurakarisma dengan cara mempertahankan cara pandang yang
yang optimis.
Kedua, seseorang
menarik orang lain dengan cara menciptakan ikatan yang menginspirasi orang lain
tersebut untuk mengikutinya.
Ketiga, seseorang
menyebarkan potensi kepada pengikutnya dengan cara menyentuh emosi mereka.
Cara pemimpin karismatik mempenngaruhi bawahannya
adalah dimulai dari pernyataan visi sang pemimpin, kemudian dilanjutkan
pernyataan formal mengenai visi dan misi sang pemimpin, dan setelah visi dan
misi ditetapkan, seorang pemimpin kemudian mlengkomunikasikan kinerja yang
tinggi dan meyakini para bawahan bisa mencapainya, sellanjutnya pemimpin
menyatakannya melalui perkataan dan
perbuatannya, seperangkat nilai baru, dan melalui perilakunya memberikan
teladan untuk ditiru para pengikutnya.
Kepemmipinan karismatik juga tergantung situasi,
biasanya kepemimpinan karismatik ada dalam suasana politik, konflik atau perang
yang genting, melalui orang-orang yang mempunyai jiwa juang dan punya visi
serta tujuan yang nyata. Kepemimpinan karismatik juga memiliki beberapa sisi
gelap, diantaranya pemimpin karismatik mempengaruhi bawahannya untuk bertindak
anarkis, dan memperkaya diri sendir dengan penggunaan fasilitas yang diperoleh
oleh perusahaan secara berlebihan.
Kepemimpinan
transformasional
Pemimpin
tranformasonal menginspirasi para pengikutnya untuk mengesampingkan kepentingan
pribadi mereka demi kepentingan organisasi dan mereka mempunyai pengaruh yang
luar biasa pada diri para pengikutnya. Mereka menaruh perhatian terhadap kebutuhan
pengembangan diri para pengikutnya, mengubah kesadaran para pengikutnya atas
isus-isu yang ada dengan cara membantu orang lain memandang masalah lama dengan
cara yang baru, serta mampu menyenangkan hati dan menginspirasi para
pengikutnya untuk bekerja keras guna mencapai tujuan-tujuan bersama. Bedanya
dengan pemimpin transaksional adalah pemimpin transaksional mengispirasi para
pengikutnya pada tujuan yang telah ditetapkan dengan cara memperjelas peran dan
tugas mereka.
Karakteristik
kepemimpinan transaksional dan transformasional
Transaksional
|
Tarnsformasional
|
Penghargaan
bersyarat
|
Pengaruh yang
ideal
|
Manajemen
dengan pengecualian (akif)
|
Motivasi yang
inspirasional
|
Manajemen
dengan pengecualian (pasif)
|
Stimulasi intelektual
|
Laissez -
faire
|
Pertimbangan
yang bersifat individual
|
Dalam beberapa tahun terakhir, telah
banyakpenelitian yang dilakukan untuk menjelaskan bagaimana kepemimpinan
transformasional bekerja. Para pemimpin tranformasional mendorong bawahannya
agar lebih kreatif dan inovatif, serta berani mengambil resiko. Para pemimpin
tranformasional juga lebih efektif karena mereka sendiri juga lebih kretif dan
juga efektif karena mampu mendorong pengikutnya menjadi kreatif juga.
Adanaya tujun yang ditetapkan merupakan mekanisme
penting lain yang menjelaskan bagaimana kepemimpinan transformasional bekerja. Para
pengikut pemimpin transformasional cenderung mengejar tujuan-tujuan ambisius,
memahami dan menyetujui tujuan-tujuan strategis organisasi,dan yakin bahwa
tujuan-tujuan yang mereka kejar itu penting.
Bukti-bukti yang mendukung keunggulan kepemimpinan
transformasional dibandingkan transaksional sangat banyak. Kepemimpinan
transformasional telah menunjukan keberhasilannya dibanyak negara, dan juga
dalam pekerjaan yang berbeda.
Dari berbagai macam penelitian mengenai kepemimpinan
transformasional dan transaksional, keseluruhan bukti mengindikasikan bahwa
kepemimpinan transformasional memiliki korelasi yang lebih kuat dibandingkan
dengan kepemimpinan transaksional dengan tingkat perputaran yang rendah,
produktivitas yang lebih tinggi, dan kepuasan karyawan yang lebih tinggi.
Kepemimpinan
Autentik : Etika dan Kepercayaan adalah fondasi
kepemimpinan.
Pemimpin autentik mengenal betul diri mereka sendiri,
sangat memahami keyakinan dan nilai-nilai yang dianutnya, serta bertindak
berdasarkan nilai dan keyakinan tersebut secara terbuka dan jujur. Para
pengikutnya akan memandang mereka sebagai orang yang etis. Karena itu, kualitas
utama yang dihasilkan oleh kepemimpinan autentik adalah kepercayaan. Pemimpin
autentik berbagi informasi, mendorong komunikasi yang terbuka, dan berpegang
teguh pada cita-citanya. Hasilnya, oorang menjai percaya pada pemimpin
autentik.
Etika
dan kepemimpinan
Etika bersentuhan dengan kepemimpinan dibeberapa
titik. Para pemimpin transformasional misalnya, digambarkan sebagaipengusung
nilai-nilai moral tatkala mereka mencoba mengubah sikap dan perilaku para
pengikutnya.
Karisma juga mempunyai komponen etika. Pemimpin yang
tidak beretika cenderung menggunakan karisma mereka untuk menguasai para
pengikutnya, yang akhirnya bermuara pada kepuasan diri semata. Pemimpin yang
etis diyakini menggunakan karisma mereka untuk melayani sesama.
Kepemimpinan tidak terbebas dari nilai. Sebelum
menilai seorang pemimpin sebagai seorang yang efektif, kita harus
mempertimbangkan cara yang digunakan oleh pemimpin tersebut, untuk mencapai
tujuan dan nilai moral dari tujuan tersebut sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)
