ISU
ISU KONTEMPORER DALAM KEPEMIMPINAN
PERILAKU
ORGANISASI
DISUSUN OLEH ; BAYU LISTIAWAN
FAJAR
ARIF F
FRIDIANTO
SUKRON
MAHMUD
UNIVERSITAS
MUHAMMDADIYAH SURAKARTA
FAKULTAS
EKONOMI DAN BISNIS JURUSAN AKUNTANSI
TAHUN
2014/2015
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah
SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan
dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah mata kuliah
“PERILAKU ORGANISASI” Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada
Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup yakni
al-qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia.
Makalah ini merupakan
salah satu tugas mata kuliah PERILAKU ORGANISASI di program studi Akuntansi.
Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dosen
PERILAKU ORGANISASI
Akhirnya penulis
menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah
ini, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari
para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Surakarta
, 15 MEI 2014
Penulis
a. Latar belakang
Isu isu kontemporer mengenai kepeimpinan belakangan
ini makin santer terdengar, banyak para peneliti yang meneliti tentang berbagai
macam kepemimpinan, cara membentuk seseorang menjadi pemimpin, dan faktor
faktor yang mebentuk seseorang menjadi pemimpin. Pada era globalisasi semacam
ini pemimpin yang efetif dan efisien, bersahabat sangat dibutuhkan di dunia
kerja yang semakin cepat berkembang ini, para pemimpin mempunyai tugas untuk
megantarkan suatu organisasi mencapai tujuannya dengan tepat. Para pemimpin
harus bisa meminimalisirkan biaya produksi dan mecapai laba yang sebanyak
mungkin untuk kesejahteraan karyawannya, pemimpin juga dituntut agar peka pada
setiap perubahan yang terjadi baik dari dalam maupun dari luar.
b. Rumusan masalah
Dari pengkajian dan pendalaman materi mengenai isu
isu kontemporer dalam kepemimpinan, ada banyak masalah yang perlu
dipertanyakan, diantaranya adalah ;
1. Bagaimana pemimpin yang baik itu memimpin
?
2. Apakah mejadi seorang pemimpin bisa di
pelajari ?
3. Bagaimana cara pemimpin mempengaruhi
bawahannya ?
4. Kenapa akhir- akhir ini, kepercayaan
terhadap pemimmpin menurun ?
c. Tujuan
Dari penulisan makalah ini penulis berusaha
menjelaskan secara singkat tentang materi isu-isu kontemporer kepemimpinan
dengan tujuan
1. Para pembaca bisa memperoleh ilmu
kepemimpinan dari makalah ini.
2. Pembaca juga diharapkan bisa
menginterprestasikan ilmu-ilmu yang didapat dari makalah ini dan,
3. Makalah ini bisa menjadi salah satu
referensi dalam pembuatan karya ilmiah lainnya.
A.
Pembingkaian :
menggunakan kata-kata untuk mebingkai makna dan memberi informasi kepada orang
lain.
Pembingkaian adalah suatau cara
menggunakan bahasa untuk mengelola makna. Ini merupakan cara pemimpin untuk
mempengaruhi bagimana suatu kejadian harus dilihat atau dipahami. Pembingkaian
melibatkan pemilih dan penekanan satu atau lebih aspek dari suatu subjek dengan
mengabaikan yan lain.
Jika
diterjemahkan kedalam bahasa seorang
fotografer pembinkaian adalah mengarahkan sudut pandang seseorang sehingga
orang tersebut melhat suatu objek menurut sudut pandang si fotografer tersebut.
Melalui pembingkaian para pemimpin dapat menggunakan
bahasa untuk mempengaruhi persepsi pengikutnya tentang suatu masalah, makna
dari suatu kejadian,kayakinan tentang penyebab dan konsekuensi dan visi akan
masa depan. Lewat pembingkaianlah para pemimpin menentukan apakah orang-orang
memperhatikan suatu masalah, bagaimana mereka memahami dan mengingat
masalah-masalah yang ada, dan bagaimana mereka bereaksi terhadap suatu masalah.
Jadi, pembingkaian merupakan suatu alat yang sangat berguna bagi pemimpin untuk
mempengaruhi cara pandang dan interprestasi orang lain melalui suatu realitas.
B. MACAM-MACAM
BENTUK KEPEMIMPINAN , DAN ARTI SEBUAH KEPERCAYAAN
Kepemimpinan karismatik
Max weber seorang sosialog ilmuan pertama yang membahas
kepemimpinan karismatik. Karisma berasal dari bahasa yunani yang berarti
“anugerah”. Sebagai suatu sifat tertentu dari seseorang, yang membedakan mereka
dari orang kebanyakan dan biasanya di pandang sebagai kemampuan atau kualitas
supranatural, manusia super, atau paling tidak daya-daya istimewa.
Kemampuan-kemampuan ini tidak dimiliki orang biasa, tetapi dianggap sebagai
kekuatan yang bersumber dari illahi dan berdasarkan hal ini seseorang kemudian
danggap sebagai seorang pemimpin. Ada beberapa karakteristik kunci dari
pemimpin yang karismatik
1. Visi
dan artikulasi : memiliki visi yang ideal bahwa masa depan lebih baik dari hari
ini dan mengklarifikasikan pentinggnya visi yanng bisa dipahami orang lain.
2. Risiko
pribadi : bersedia mengambil resiko pribadi yang tinggi, mengeluarkan biaya
yang besar, dan berkorban untuk mencapai visi tersebut.
3. Sensitif
dengan kebutuhan bawahan : menerima kemampuan orang lain dan bertanggungjawab
atas kebutuhan dan perasaan mereka.
4. Perilaku
yang tidak konvensional : memiliki perilaku yang dianggap baru dan berlawanan
dengan kebiasaan.
Kepemimpian
karismatik merupakan bakat namun juga bisa diciptakan melalui
beberapa latihan yang mencakup tiga tahap diantaranya adalah:
Pertama, seseorang
perlu mengenbangkan aurakarisma dengan cara mempertahankan cara pandang yang
yang optimis.
Kedua, seseorang
menarik orang lain dengan cara menciptakan ikatan yang menginspirasi orang lain
tersebut untuk mengikutinya.
Ketiga, seseorang
menyebarkan potensi kepada pengikutnya dengan cara menyentuh emosi mereka.
Cara pemimpin karismatik mempenngaruhi bawahannya
adalah dimulai dari pernyataan visi sang pemimpin, kemudian dilanjutkan
pernyataan formal mengenai visi dan misi sang pemimpin, dan setelah visi dan
misi ditetapkan, seorang pemimpin kemudian mlengkomunikasikan kinerja yang
tinggi dan meyakini para bawahan bisa mencapainya, sellanjutnya pemimpin
menyatakannya melalui perkataan dan
perbuatannya, seperangkat nilai baru, dan melalui perilakunya memberikan
teladan untuk ditiru para pengikutnya.
Kepemmipinan karismatik juga tergantung situasi,
biasanya kepemimpinan karismatik ada dalam suasana politik, konflik atau perang
yang genting, melalui orang-orang yang mempunyai jiwa juang dan punya visi
serta tujuan yang nyata. Kepemimpinan karismatik juga memiliki beberapa sisi
gelap, diantaranya pemimpin karismatik mempengaruhi bawahannya untuk bertindak
anarkis, dan memperkaya diri sendir dengan penggunaan fasilitas yang diperoleh
oleh perusahaan secara berlebihan.
Kepemimpinan
transformasional
Pemimpin
tranformasonal menginspirasi para pengikutnya untuk mengesampingkan kepentingan
pribadi mereka demi kepentingan organisasi dan mereka mempunyai pengaruh yang
luar biasa pada diri para pengikutnya. Mereka menaruh perhatian terhadap kebutuhan
pengembangan diri para pengikutnya, mengubah kesadaran para pengikutnya atas
isus-isu yang ada dengan cara membantu orang lain memandang masalah lama dengan
cara yang baru, serta mampu menyenangkan hati dan menginspirasi para
pengikutnya untuk bekerja keras guna mencapai tujuan-tujuan bersama. Bedanya
dengan pemimpin transaksional adalah pemimpin transaksional mengispirasi para
pengikutnya pada tujuan yang telah ditetapkan dengan cara memperjelas peran dan
tugas mereka.
Karakteristik
kepemimpinan transaksional dan transformasional
Transaksional
|
Tarnsformasional
|
Penghargaan
bersyarat
|
Pengaruh yang
ideal
|
Manajemen
dengan pengecualian (akif)
|
Motivasi yang
inspirasional
|
Manajemen
dengan pengecualian (pasif)
|
Stimulasi intelektual
|
Laissez -
faire
|
Pertimbangan
yang bersifat individual
|
Dalam beberapa tahun terakhir, telah
banyakpenelitian yang dilakukan untuk menjelaskan bagaimana kepemimpinan
transformasional bekerja. Para pemimpin tranformasional mendorong bawahannya
agar lebih kreatif dan inovatif, serta berani mengambil resiko. Para pemimpin
tranformasional juga lebih efektif karena mereka sendiri juga lebih kretif dan
juga efektif karena mampu mendorong pengikutnya menjadi kreatif juga.
Adanaya tujun yang ditetapkan merupakan mekanisme
penting lain yang menjelaskan bagaimana kepemimpinan transformasional bekerja. Para
pengikut pemimpin transformasional cenderung mengejar tujuan-tujuan ambisius,
memahami dan menyetujui tujuan-tujuan strategis organisasi,dan yakin bahwa
tujuan-tujuan yang mereka kejar itu penting.
Bukti-bukti yang mendukung keunggulan kepemimpinan
transformasional dibandingkan transaksional sangat banyak. Kepemimpinan
transformasional telah menunjukan keberhasilannya dibanyak negara, dan juga
dalam pekerjaan yang berbeda.
Dari berbagai macam penelitian mengenai kepemimpinan
transformasional dan transaksional, keseluruhan bukti mengindikasikan bahwa
kepemimpinan transformasional memiliki korelasi yang lebih kuat dibandingkan
dengan kepemimpinan transaksional dengan tingkat perputaran yang rendah,
produktivitas yang lebih tinggi, dan kepuasan karyawan yang lebih tinggi.
Kepemimpinan
Autentik : Etika dan Kepercayaan adalah fondasi
kepemimpinan.
Pemimpin autentik mengenal betul diri mereka sendiri,
sangat memahami keyakinan dan nilai-nilai yang dianutnya, serta bertindak
berdasarkan nilai dan keyakinan tersebut secara terbuka dan jujur. Para
pengikutnya akan memandang mereka sebagai orang yang etis. Karena itu, kualitas
utama yang dihasilkan oleh kepemimpinan autentik adalah kepercayaan. Pemimpin
autentik berbagi informasi, mendorong komunikasi yang terbuka, dan berpegang
teguh pada cita-citanya. Hasilnya, oorang menjai percaya pada pemimpin
autentik.
Etika
dan kepemimpinan
Etika bersentuhan dengan kepemimpinan dibeberapa
titik. Para pemimpin transformasional misalnya, digambarkan sebagaipengusung
nilai-nilai moral tatkala mereka mencoba mengubah sikap dan perilaku para
pengikutnya.
Karisma juga mempunyai komponen etika. Pemimpin yang
tidak beretika cenderung menggunakan karisma mereka untuk menguasai para
pengikutnya, yang akhirnya bermuara pada kepuasan diri semata. Pemimpin yang
etis diyakini menggunakan karisma mereka untuk melayani sesama.
Kepemimpinan tidak terbebas dari nilai. Sebelum
menilai seorang pemimpin sebagai seorang yang efektif, kita harus
mempertimbangkan cara yang digunakan oleh pemimpin tersebut, untuk mencapai
tujuan dan nilai moral dari tujuan tersebut sendiri.
KEPERCAYAAN
Kepercayaan adalah ekspektasi atau pengharapan
positif bahwa, orang lain tidak akan- melalui kata-kata,tindakan,dan kebijakan
bertindak secara oportunistik. Dua unsur penting dari definisi kita adalah
bahwa kepercayaan menyiratkan familiaritas dan resiko.
Ada lima dimensi yang mendasari konsep kepercayaan.
Dimensi berikut adalah integritas,kompetensi, konsistensi, kesetiaan, dan
keterbukaan.
Integritas
merujuk pada kejujuran dan kebenaran. Dari kelima dimensi yang telah disebutkan
sebelumnya, dimensi ini adalah yang paling penting saat seseorang menilai
apakah orang lain bisa dipercaya atau tidak.
Kompetensi
meliputi
pengetahuan serta keahlian teknis dan antarpersonal individu. Anda tidak bisa
menggantungkan diri pada seseorang yang kemampuannya tidak bisa anda percayai.
Anda perlu percaya bahwa orang tersebut memiliki keahlian dan kemampuan untuk
melakukan apa yang mereka katakan.
Konsistensi
berkaitan
dengan keandalan, prekdiktabilitas, dan penilain yang baik pada diri seseorang
dalam menangani situasi. Inkonsistensi antara kata dan perbuatan akan
menurunkan tingkat kepercayaan.
Kesetiaan
kesediaan
untuk melindungi dan menyelamatkan muka orang lain. Kepercayaan mensyaratkan
bahwa anda mampu untuk bergantung pada seseorang yang anda yakini tidak akan
berlaku secara oportunistik.
Keterbukaan
ini berkaitan tentang apakah anda yakin orang
akan mengatakan kepada anda kebenaran yang sesungguhnya ?
Tiga
jenis kepercayaan
Kepercayaan
berbasis pencegahan bentuk kepercayaan seperti ini di
dasarkan pada kekhawatiran akan terjadinya pembalasan dendam jika kepercayaan
dikhianati. Orang – orang yang memiliki hubungan seperti ini melakukan apa yang
mereka katatan karena mereka takut akan konsekuensi dari tidak melaksanakan
kewajibannya.
Kepercayaan berbasis pencegahan hanya bisa berhasil
sampai pada tngkat dimungkinkannya ada hukuman, konsekuensi yang jelas, dan
hukuman tersebut benar-benar diberlakukan bila kepercayaaan dilanggar.
Kepercayaan
berbasis pengetahuan kepercayaan didasarkan pada kemampuan
memprediksi perilaku yang bersumber dari pengalaman berinteraksi. Kepercayaan
ini terbentuk jika anda memiliki informasi yang memadai tentang seseorang
sehingga anda mengenal mereka secara cukup baik dan bisa memperkirakan dengan
tepat perilaku mereka.
Kepercayaan berbasis pengetahuan mengandalkan
informasi dan bukan pencegahan. Pengetahuan mengenai pihak lain dan kemampuan
memprediksi sikap-sikap mereka menggantikan kontrak, hukuman, dan perjanjian
hukum yang umum berlaku pada kepercayaan berbasis pencegahan.
Pada keprcayaan berbasis pengetahuan, kepercayaan
tidak selalu bisa dilukai oleh perilaku yang tidak konsisten. Jika anda yakin
bisa menjelaskan dengan memadai atau memahami pelanggaran yang dibuatnya, anda
tetap bisa menerimanya, memaafkan orang tersebut dan tetap menjalin hubungan.
Namun, inkonsistensi yang sama pada level pencegahan cenderung menghancurkan
kepercayaan. Dalam konteks organisasional, sebagian besar hubungan manajer dan
karyawan adalah kepercayaan berbasis pengetahuan.
Kepercayaan
berbasis identifikasi tingkat kepercayaan tertinggi
dicapai bila terjalin hubungan emosional antarpihak yang ada. Kepercayaan
berbasis identifikasi muncul karena pihak-pihak saling memahami niat dan
menghargai keinginan yang lain. Pemahaman mutual ini dibangun sampai ketitik
tertentu sehingga masing-masing bisa bertindak secara efektif demi pihak lain.
Anda bisa melihat kepercayaan berbasis identifikasi
di organisasi diantara orang-orang yang telah bekerja sama dalam jangka waktu
yang panjang dan memiliki pengalaman yang memungkinkan mereka untuk saling
memahami luar dalam.
Prinsip-prinsip
dasar kepercayaan
Penelitian menunjukan adanya beberapa prinsip untuk
memahami terbangunnya kepercayaan dan ketidakpercayaan secara lebih baik.
Ketidak
percayaan mengalahkan kepercayaan. Orang yaang memiliki
rasa percaya pada ornag lain menunjukan rasa percayanya dengan cara
meningkatkan keterbukaannya terhadap orang tersebut, membuka informasi yang
relevan, dan menyatakan niat mereka yang sebenarnya. Sedangkan orang yang tidak
memiliki rasa percaya akan bertindak sebaliknya.
Kepercayaan
mewariskan kepercayaan. Seperti halnya rasa tidak percaya mengalahkan
rasa percaya, menunjukan kepercayaan kepada orang lain cenderung mendorong
munculnya balasan yang serupa.
Pertumbuhan
sering kali menyembunyikan rasa tidak percaya. Pertumbuhan
memberi peluang kepada pemimpin untuk mendapatkan promosi dan cenderung
mengabaikan tugas-tugasnya.
Penurunan
atau perampingan merupakan ujian tertinggi bagi tingkat kepercayaan. penurunan
atau perampingan cenderung menghancurkan lingkungan yang memiliki rasa percaya
tinggi sekalipun.
kepercayaan
meningkatkan kekompakan. Kepercayaan berarti orang memiliki
keyakinan bahwa mereka bisa saling mengandalkan.
Kelompok
yang tidak memiliki rasa percaya merusak dirinya sendiri. Konsekuensi
wajar dari prinsip sebelumnya adalah para anggota kelompok tidak saling percaya
satu sama lain, mereka akan mengalami kemunduran dan terpecah belah.
Ketidakpercayaan
umumnya menurunkan produktivitas. ketidakpercayaan
membuat orang terfokus pada perbedaan kepentingan para anggota, sehingga
mempersulit mereka mencapai tujuan bersama.
Peran
kepemimpinan kontemporer
Menyediakan
kepemimpinan tim
Beberapa dekade ini kepemimpinan tim menjadi topik
yang sangat santer dibicarakan. Peran pemimpin dalam mengarahkan para anggota
tim menjadi isu yang paling penting. Satu hal yang lebih tepat untuk
meggambarkan tugas pemimpin tim adalah berusaha berfokus pada dua prioritas :
mengelola batas eksternal tim dan menfasilitasi proses tim. Pembahasan
selanjutnya akan memecah prioritas ini kedalam empat peran spesifik.
Pertama, pemimpin tim adalah penghubung dengan para konstituen eksternal. Mereka mencakup
manajemen puncak, tim internal lain, pelanggan dan pemasok. Pemimpin mewakili
tim ke para konstituennya, mengamankan sumber-sumber daya yang dibutuhkan,
memperjelas ekspekasi pihak lain terhadap tim, mengumpulkan informasi dari
luar, dan berbagi informasi ini dengan para anggota tim.
Kedua, pemimpin tim adalah orang yang menyelesaikan masalah. Ketika tim memiliki masalah dan
meminta bantuan, pemimpin tim mengadakan rapat dan berupaya untuk menyelesaikan
masalah tersebut.
Ketiga, pemimpin tim adalah manajer konflik. Jika timbul pertentangan, mereka membantu
memproses konflik tersebut.
Keempat, pemimpin tim adalah pelatih. Mereka menjelaskan rkspektasi dan peran, mendidik,
menawarkan dukungan, memberi semangat dan melakukan apa saja yang diperlukan
untuk membantu anggota tim meningkatkan kinerja mereka.
Mentoring
Banyak pemimpin menciptakan hubungan mentoring
(menjadi penasehat). Seorang mentor adalah karyawan senior yang membantu dan
mendukung karyawan yang masih kurang berpengalaman(sebagai seorang anak didik).
Ada beberapa keuntungan pribadi yang didapat oleh
senior dan organisasi jika menjadi mentor salah satunya adalah hubungan mentor
dan anak didik memberikan mentor akses langsung terhadap sikap dan perasaan
karyawan ditingkat yang lebih rendah. Anak didik bisa menjadi sumber yang baik
untuk mengidentifiksi berbagai masalah yang mungkin timbul dengan cara
meberikan tanda-tanda peringatan awal. Mereka memberikan informasi tepat waktu
kepada manajer yang lebih tinggi sehingga memotong jalur formal. Jadi pementor
bisa mengetahui lebih awal masalah yang timbul oleh anak didiknya sebelum
mencapai manajemen tertinggi.
Anda mungkin beranggapan bahwa mentoring itu
penting, tetapi sejauh ini penelitin menunjukan sebaliknya. Dua penelitian
berskala besar menunjukan bahwa manfaat mentoring lebig bersifat psikologis
daripada manfaatnya yang nyata. Berdasarkan penelitian ini, manfaat mentoring
bagi kesuksesan karir sangat kecil. Mungkin memiliki mentor menyenangkan tapi,
tidak bisa dibuktikan bahwa memiliki mentor adalah penting bagi karir
seseorang.
Kepemimpinan
Mandiri
Kepemimpinan mandiri menunjukan bahwa terdapat
seperangkat proses yang membuat seseorang bisa mengendalikan perilakunya
sendiri.
Ada bebrapa hal yang disarankan untuk menyiapkan
pemimpin mandiri :
Menjadi
model pemimpin bagi diri sendiri. Lakukan observasi,
tetapkan tujuan pribadi, arah pribadi, dan penguatan diri yang menantang,
kemudian tunjukan perilaku-perilaku ini serta dorong orang lain untuk berlatih
dan mempraktikan perilaku tadi.
Dorong
karyawan untuk menciptakan tujuan-tujuan yang mereka tetapkan sendiri. Memiliki
tujuan spesifik dan kuantitatif merupakan bagian terpenting dari kepemimpinan
mandiri.
Beri
penghargaan pada diri sendiri untuk memperkuat dan meningkatkan perilaku yang
diinginkan.
Ciptakan
pola pikir yang positif. Dorong karyawan untuk menggunakan gambaran
mental adan ajak mereka untuk berbicara pada diri sendiri yang pada gilirannya
akan menstimulasi motivasi dari dalam diri mereka.
Ciptakan
iklim kepemimpinan mandiri.
Dorong
sikap kritis pada diri sendiri.
Asumsi yang mendasari kepemimpinan mandiri adalah
bahwa orang memiliki tanggungjawab, kemampuan, dan inisiatif tanpa hambatan
eksternal dari atasan, atauran atau regulasi.
Kepemimpinan
online
Tidak banyak penelitian saat ini mengenai
kepemimpina online namun ada bebrapahal yang perlu diingat bahwa kepemimpina
online tersebut rentan dengan masalah atau gangguan misalnya penulisan dengan
huruf kapital semua, bisa saja yang menerima pesan mengartikan bahwa manajer
sedang marah dan tidak suka dengan kinerjanya, ini merupakan salah satu
gangguan pada kepemimpinan online yaitu salah persepsi.
Para pemimpin perlu yakin bahwa nada pesan mereka
secara benar mencerminkan emosi yang ingin mereka sampaikan. Para pemimpin
online harus memilih suatu gaya penulisan tertentu.
Untuk menyampaikan kepemimpinan online secara
efektif manajer harus mengakui bahwa mereka memiliki pilihan-pilihan dalam
kata, struktur, nada, dan gaya komunikasi digital mereka. Mereka juga perlu
mengembangkan keahlian membaca yang tersirat dalam pesan-pesan yang mereka
terima.
Pembahasan ini mengarahkan kita pada kesimpulan
bahwa, bagi sejumlah manajer, keahlian antarpersonal yang baik mungkin mencakup
kemampuan untuk mengkomunikasikan dukungan dan kepemimpinan melalui kata-kata
tertulis pada layar komputer dan memaknai emosi pada pesan oarang lain.
Kepemimpinan
sebagai suatu atribusi
Teori atribusi kepemimpinan mengatakan bahwa,
kepemipinan adalah atribusi yang dibuat orang atas orang lain. Teori ini
menunjukan bahwa orang menganggap pemimpin memiliki sifat-sifat seperti
kecerdasan, kepribadian yang menyenangkan, keahlian verbal yang kuat,
agresifitas, pemahaman, dan ketekunan. Pada tingkat organisasi, kerangka
atribusi berkaitan dengan kondisi menggunakan kepemimpinan untuk menjelaskan
hasil-hasil organisasional.
Sejalan dengan teori atribusi kpemimpinan, bisa
dikatakan bahwa hal penting untuk dikatakan sebagai pemimpin yang efektif
adalah memproyeksikan tampilan menjadi seorang pemimpin dan bukan berfokus pada
pencapaian aktual. Calon-calon pemimpin bisa berupaya membentuk persepsi bahwa
mereka cerdas,berkepribadian, mahir berkata-kata, agresif, pekerja keras, dan
konsisten.
Subtitusi
dan Penetralisasi Kepemimpinan
Penetralisasi membuat perilaku pemimpin tidak
mungkin menghasilkan perbedaan pada pengikutnya. Penetralisasi menegasi
pengaruh pemimpin. Tetapi, subtitusi membuat pengaruh pemimpin tidak hanya
tidak mungkin namun juga tidak perlu. Subtitusi berfungsi sebagai pengganti
pengaruh pemimpin. Pengalaman dan pelatihan bisa menggantikan kebutuhan atas
dukungan pemimpin atau kemampuan untuk menciptakan struktur dan mengurangi
ambiguitas tugas.
Temuan bahwa pemimpin tidak selalu memiliki pengaruh
terhadap para pengikutnya, tidaklah mengejutkan. Lagi pula, kita telah mengenal
sejumlah variabel dalam teks ini sikap,kepribadian,kemampuan,dan norma-norma
kelompok, yang dapat mempengaruhi kinerja dan kepuasan karyawan.
Subtitusi dan penetralisasi kepemimpinan
Karakteristik penentu
|
Kepemimpinan berorientasi hubungan
|
Kepemimpinan berorientasi tugas
|
Individual
|
||
Pengalaman/pelatihan
|
Tidak ada pengaruh
|
Menggantikan
|
Profesionalisme
|
Menggantikan
|
Menggantikan
|
Ketidakpedulian terhadap penghargaan
|
Menetralkan
|
Menetralkan
|
Pekerjaan
|
||
Tugas berstruktur tinggi
|
Tidak ada pengaruh
|
Menggantikan
|
Memberikan umpan balik sendiri
|
Tidak ada pengaruh
|
Menggantikan
|
Secara intrinsik memuaskan
|
Menggantikan
|
Tidak ada pengaruh
|
Organisasi
|
||
Tujuan-tujuan eksplisit yang diformalisasikan
|
Tidak ada pengaruh
|
Menggantikan
|
Aturan dan prosedur yang ketat
|
Menggantikan
|
Menggantikan
|
Kelompok kerja yang kompak
|
Menggantikan
|
Menggantikan
|
Menemukan
dan menciptakan pemimpin yang efektif
Seleksi
Ujian sangat berguna untuk menemukan dan memilih
pemimpin. Tes kepribadian bisa digunakan untuk mencari sifat-sifat yang
berkaitan dengan kepemimpinan bersikap terbuka,cermat,dan ingin mencari
pengalaman baru. Tes untuk menemukan skor monitor mandiri si calon juga bisa
digunakan. Sikap monitor mandiri yang tinggi cenderung melampaui rekan mereka
yang memiliki skor rendah karena mereka lebih baik dalam membaca situasi dan
menyesuaikan perilaku mereka.
Wawancara juga memberikan peluang untuk
menngevaluasi calon pemimpin. Anda bisa menggunakan wawancara untuk menentukan
apakah pengalaman kandidat sebelumnya sesuai dengan posisi yang akan diisinya.
Wawancara juga merupakan sarana yang baik mengidentifikasi sifat-sifat
kepemimpinan yang ada pada calon.
Pelatihan
Dari penelitian yang dilakukan menemukan bahwa
terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan manajemen untuk memperoleh hasil
maksimal dari anggaran pelatihan kepemimpinan mereka.
Pertama, mari kita sadari kembali hal-hal yang sudah
jelas. Tidak semua orang memiliki latar belakang pelatihan yang sama. Pelatihan
kepemimpinan dalam berbagai bentuk cenderung lebih berhasil pada orang-orang
yang memiliki kesadaran diri yang lebih tinggi dibandingan yang rendah. Orang-orang
seperti ini memiliki fleksibilitas untuk mengubah perilaku mereka.
Hal-hal yang mungkin bisa dipelajari dari
kepemimpinan adalah
a. Penciptaan
visi
b. Sebuah
pemahaman tentang tema-tema yang penting bagi visi yang efektif
c. Membangun
kepercayaan dan mentoring
d. Menganalisis
situasi
Pada akhirnya, terdapat penelitian yang menunjukan
bahwa pemimpin bisa dilatih untuk memiliki keterampilan kepemimpinan
transformasional. Bila telah dipelajari, keterampilan ini akan memberikan hasil
akhir yang menguntungkan pada laporan keuangan, baik dalam kinerja keuangan
dari bank-bank atau bagi pekerjaan-pekerjaan lain.
Kesimpulan
Pembingkaian :
menggunakan kata-kata untuk mebingkai makna dan memberi informasi kepada orang
lain.
Kepemimpinan karismatik : Max weber seorang sosialog
ilmuan pertama yang membahas kepemimpinan karismatik. Karisma berasal dari
bahasa yunani yang berarti “anugerah”. Sebagai suatu sifat tertentu dari
seseorang, yang membedakan mereka dari orang kebanyakan dan biasanya di pandang
sebagai kemampuan atau kualitas supranatural, manusia super, atau paling tidak
daya-daya istimewa
Tiga jenis kepercayaan
Kepercayaan berbasis pencegahan
Kepercayaan berbasis pengetahuan
Kepercayaan berbasis identifikasi
Saran
Penulis berharap makalah ini bisa bermnfaat bagi pembacanya,
dan mungkin bila ada salah penulisan atau salah dalam pengambilan sampel
penulis mohon maaf dan mengharapkan saran serta kritik dari pembaca.
Daftar pustaka
Perilaku organisasi (organizational behavior) edisi
12 buku 2 Stephen P.Robbins – Timothy A. Judge

Tidak ada komentar:
Posting Komentar